Postingan

menguatkan hati, mencoba baik-baik saja

Gambar
mungkin ini kali pertama aku benar-benar merasa harus kuat. harus benar-benar kuat hingga tahan segala badai yang mulai mencoba menarik akarku dengan keras. ini yang membuatku menjadi seperti saat ini. diam dan tak ingin bercerita kepada siapapun karena memang tak ada gunanya. memang sudah seharusnya dari awal aku harus bisa berdiri sendiri, mengakar dengan kuat, menggugurkan dahan yang mulai mengering dan menggantinya dengan daun yang baru. aku harus lebih kuat dari goyangan angin dan serangan hujan maupun terik panas matahari yang membakar. nyatanya, akarku nian membusuk, daun-daun tak pernah tumbuh lagi, apalagi bunga merah yang merekah indah. tak pernah lagi kutemukan hal ini dalam diriku.  terkadang aku tertunduk lesu, berpikir, meragukan apakah aku memang sekuat yang kuinginkan? tak ada yang bertanya, apakah aku baik-baik saja? terlalu banyak yang kutelan sendiri, hingga sering kali merengek sendiri, menangis sendiri, mencari pelampiasan sendiri. semua aku lakukan sendiri, ka...

time and space at renee

aku memberimu ruang dan waktu. kau ketuk pintuku, kuberikan semua waktuku. ternyata dia memberimu cinta, kenyamanan, yang tak mungkin kuberikan saat itu. kau hengkang, tak menengok ke belakang. hingga kau sadar pintu dan waktuku tertutup, kau mengetuk dan mengerang. mencoba membunuh waktu dengan yang kau kira sayang, kau tutupi keladi yang biasa kau tampakkan. menggumam, mengucap tak rela. kemudian hengkang pula darinya. tak tertunduk manja, kau lantang menatap mata hingga berurai sudah mei cerita kita. kau tutup aksesku, kau tutup aksesmu. kita kembali jadi asing, nian pula terasing. kau bilang kau tanah, dan aku adalah airnya. nyatanya kau lebih suka bermain api, yang tak ada ujungnya. baiklah, aku tertawa, menertawakan kita, yang pernah berucap akan bersama selamanya. "kenapa harus ragu?" "kenapa harus berakhir tanpa pilu?" kau tahu tak bisa kuberikan perhatian dan kasih sayangku, karena kau bukan nomor satu. dan kau tidak bisa membuatku nomor satu. ambisiu...

juni ini

Juni ini suram. aku sudah jelek di matanya, apapun yang aku lakukan, atau meski sudah aku ceritakan yang sebenarnya. manusia tidak akan pernah mau tahu, dia hanya ingin yang diinginkan. sayangnya Juni awal ini aku masih belum bisa memberi apa yang diinginkannya. aku juga tak mau merelakan motorku yang dengan susah payah aku tebus. apalagi nanti sudah aku janjikan dia untuk segera ganti oli dan kubayar tuntas pajaknya. remun belum turun, bagaimana? Aku tak bisa mengelak, memang aku juga salah, atau dia juga mungkin sudah menyesalinya. Ya, aku terlalu cepat berharap. Aku terlalu suka mengecewakan orang lain. Capek bangett.