Postingan

anak-anakku❤️

Gambar
Dear sweetheart, Nathan dan Nael lahir ke dunia dengan cara yang tidak biasa—dia datang   bersama saudara kembarnya , berbagi ruang sejak awal kehidupan. Sejak dalam rahim, Nathan dan Nael sudah belajar satu hal penting:   berbagi ,   bersabar , dan   kuat . Hari-harinya dimulai dari hal-hal sederhana tapi penuh makna. Tidurnya nyenyak, napasnya pelan naik-turun, seolah sedang mengumpulkan tenaga untuk hidup panjang yang menunggunya. Tangisnya kecil, tapi cukup untuk menggerakkan satu rumah—karena sejak lahir, keberadaannya berarti. Ia hidup di tengah cinta yang nyata: ada  mama  yang sering capek, menangis diam-diam, tapi tetap bangun tiap malam untuk memastikan ia kenyang dan hangat ada  papa  yang mungkin tidak selalu dekat secara jarak, tapi hadir dalam doa, harapan, dan masa depan yang disiapkan ada dunia yang belum selalu ramah, tapi Nathan dan Nael datang dengan bekal paling penting:  dicintai sejak hari pertama Kelak, Nathan dan Nael...

JAGA DIRI, JAGA KESEHATAN DIRI

Gambar
  Kamu nggak salah karena merasa kesal. Perasaan itu sah, apalagi di situasi hamil yang secara fisik dan emosional memang lebih menuntut. Tapi… Yang bisa dikoreksi mungkin adalah cara kamu menanggapi. Saat kamu memilih diam dan ketus, mungkin itu bikin rekan kerja kamu bingung atau salah paham. Mereka mungkin gak sadar kamu sedang kecewa atau butuh didengar—apalagi kalau sebelumnya kamu tipe yang gak terlalu sering mengekspresikan emosi secara terbuka. Kenapa ini penting? Di lingkungan kerja, komunikasi itu penting buat menjaga profesionalitas, meskipun kamu sedang dalam masa rentan kayak sekarang. Kalau kamu pendam terus, itu bisa bikin kamu makin stres, padahal stres saat hamil sebaiknya dihindari. Saran realistik: Kalau kamu merasa bisa, ungkapkan dengan tenang dan tegas ke rekan kerja yang kamu maksud. Misalnya: “Tadi aku sebenarnya pengen didengar waktu ngomong soal itu. Aku ngerti semua orang sibuk, tapi aku harap lain kali bisa lebih saling menghargai.” ...

27 Mei ya Arun

 heii.. aku gaakan bikin tulisan panjang-panjang tentang ini. aku uda nikah, dan aku sudah hamil hehe tapi masih hamil muda. mungkin taun depan baru lahiran.  aku kangen banget ngerjain novel meredith ini, cuman belum kesampaian waktunya, entah aku emang bosen dan gapengen ngelanjutin. atau memang aku males aja huhu. novel meredith kemarin belum sepenuhnya kelar. ntahla, makin tahun, aku baca cerita itu makin membosankan. genrenya memang fantasy tapi apa pemikiranku sudah mulai menua ya, aku ngerasa ga relate dengan semua hal yang aku lakuin dulu. demi apa, aku cuma pengen ketenangan. ngopi sebelah pantai, sambil sesekali menyelam ketemu ikan-ikan. aku cuma pengen itu. tapi ya tentu saja kehidupan tidak akan seperti yang kita inginkan. seringkali malah menjauhkan diri dari zona nyaman. hei aku uda dewasa ya, aku bakal sedikit demi sedikit melupakan hayalanku haha. aku juga gatau apa ini suratku terakhir padamu, Arun. aku ternyata sudah dewasa. dan kamu masih berumur 20th. hehe...