Postingan

berjuang memperjuangkan

selamat malam cintaku, memperjuangkanmu untuk selalu terpatri, nampaknya membutuhkan banyak doa, darah, air mata, dan kesadaran diri. kiranya jika aku berhenti disini, tak ada lagi yang harus aku perjuangkan. meliuk di antara pepohonan, mengikat kata dalam tulisan semu, memandangmu jauh namun tak pernah tersentuh. aku mencintaimu, tapi tak bisa memilikimu. hingga saat hatiku berkata kamu masih utuh, mengapa begitu? membiarkanku membayang senyumanmu saja aku tak mampu. apalagi sekedar sapa dan canda seperti dahulu. dosakah aku? tak ada surga yang menyejukkan selain senyum dan kerlingan matamu yang indah, menghiasi gemerlingan kaca menujam hati hingga berdarah. tak apa terluka, asal aku melihatmu bahagia. terimakasih sudah membuatku pernah merasakan tulusnya cinta. dari aku, so. (yang tak mudah melupa)

teman berjuang

stop di september

Gambar
melukai butuh sehari. menyembuhkan butuh beberapa hari dan bulan. tapi menyesal butuh seumur hidup.  apa prinsipku salah selama ini?  jika tak ingin dilukai, ya ga pernah melukai. tapi kenapa disaat aku mencoba untuk tidak peduli, selalu ada yang mencoba merobek dan melukai. masalah kecil selalu jadi besar dan mendramatisir. apa aku yang selalu salah selama ini? lalu kalau aku benar, gaada penghargaan? hari ini seharian aku nangis, karena selalu diingatkan hal-hal yang buat aku badmood. pagi-pagi uda dicemooh aja. pakai hp kantor pula. ga profesional dan kekanak-kanakan. padahal masalah uda clear dari lalu.  rasanya kek pengen cerita tapi juga bingung sama siapa. akhirnya aku nangis sendiri di mejaku. manajerku liat aku dan diem aja karena gatau masalahnya juga. cuma buang muka aja pura-pura gatau kalo aku lagi nangis. pikirnya dia ya kalo ga masalah keluarga ya pacar bukan? lagian aku lemah banget kalo nangis. berasa uda kalah. berasa hancur sendi...