Postingan

ketika aku melihat pdhku

terenyuh karena masih ditanya, menangis karena hanya seonggok sampah. apa dikata, apa daya, aku siapa, tak ada berpunya, tak ada berguna. 25/9/20

aku perempuan, aku berharga, aku bahagia.

aku bosen dengar ibuku yang ngelus dada gegara kehidupanku. rumit, banyak tanggungan, kerasa banget berat buat dijalani, katanya.  padahal nyatanya aku masih hidup, masih baik-baik saja. hidup gamungkin mulus, tapi bisa dicicil biar mulus nantinya.  mungkin sekarang aku sedang dalam posisi yang rumit, tapi aku yakin Tuhan kasih aku jalan yang baik, yang akan buatku nyesal kalau engga ngelakuinnya. yang aku jalani saat ini juga buatku makin sadar. makin engga mantep buat ngelanjutin jenjang 'menyempurnakan agama' karena ya ini, aku gamau jadi istri yang cuma ikut suami. aku mau berusaha buat merealisasikan keinginanku, karena aku yakin engga semua lelaki bisa menyanggupi keinginanku. dan kenapa? aku masih belum menemukan yang tepat. kalau memang kehidupan ini mudah adanya, sudah nikah aku sekarang. but hold up, aku belum menemukan. jadi aku berusaha sendiri sekarang.  aku engga mau berpangku tangan, aku mau mandiri, aku mau buktikan kalau aku ini seperti permata. yang agun...

bad habbit

Gambar
aku sudah pernah confess ke orang lain, jadi aku engga mau mengulang lagi. tapi ya mau gimana, mentalku drop lagi. beberapa tahun ini aku memang suka menulis, dulu sih bukan karena aku hobi, karena ada sesuatu yang membuatku harus membuat diary, serinci dan sedetail mungkin, bahkan tentang perasaan dan pikiranku.  dan karena terapi itu pula, aku jadi lebih suka membenci lewat tulisan, menyukai lewat tulisan, dendam lewat tulisan, dan juga drop lewat tulisan. sebelumnya jika moodku seperti ini, saat ini tepatnya, dimana segala hal engga sesuai dengan yang aku harapkan--yang aku pikirkan, aku menghela napas panjang. duduk di pojok kamar, sambil mengetik seperti ini. mungkin karena aku lagi datang bulan, moodku jadi lebih berantakan. padahal aku uda mencoba buat diam seperti biasa, tertawa seperti biasa, bergurau seperti biasa. tapi selalu ada fase aku pengen menyendiri. aku gamau diganggu siapapun. aku gamau ketemu manusia satupun. aku berantem dengan semuanya. mungkin ada perasaan m...