Postingan

8.10

kata orang kalau habis nangis bisa plong hatinya gitu ya. padahal saya niatnya sih pengen gitu. tapi semakin saya mengeluarkan air mata, hati malah bercampur berbagai warna, pekat, yang membuat saya terlalu memikirkan kejadian yang sudah berlalu. hal itu membuat kepala saya pusing. makanya, saya tidak pernah nangis secara bebas. saya tahu keadaan tubuh saya yang tidak mau merasakan lemah tak berdaya. ص

noted!

saya selalu dikasih nasehat sama temen saya kalau blog ini jadi lahan komersil. ah ngga mungkin. blog ini diary saya kok. ga mungkin dong saya curhat trus nampilin iklan. blog ini cuplikan diary saya yang bagus buat dibaca lagi kok. soalnya diary saya berbentuk buku, tulisan saya juga ga bagus-bagus banget. tapi kadang cuplikan itu bisa jadi inspirasi buat tulisan saya yang lain. isinya memang agak alay apalagi postingan tahun 2016 tapi saya bangga kok. saya labil disaat yang tepat. saya taun depan sudah mau berkepala dua. tapi saya inshaallah konsisten kalau tentang diary. diary bagi saya itu catatan hidup saya. harta yang paling berharga bagi saya. karena saya gampang banget buat lupa. begitulah dan sekian. ص

8.1

sebenarnya saya akhir-akhir ini merasa kalut. badan lemah, tidur pun enggan. bukan maksud tidak inginkan tidur, tapi mimpi-mimpi yang ingin dihindari selalu saja datang menyerang. belum lagi perkara detik-detik akademik yang menggelikan. berpikir kini mulai enggan, apalagi menyampaikan suatu ide yang menakjubkan. pun dapat bernapas dan menjalani hari saja bisa sebahagia ini. sudahlah nikmati hidup, karena hal ini mungkin tidak akan terulang kedua kalinya dalam satu dekade. satu dekade, lama juga ya.-ص